Sinopsis ALIEN VS. PREDATOR: Rahasia Piramida Antartika

Diposting pada

Sinopsis ALIEN VS. PREDATOR – Film Alien vs. Predator yang dirilis tahun 2004 ini menceritakan tentang sekelompok arkeolog yang dikumpulkan oleh milyuner Charles Bishop Weyland dalam sebuah ekspedisi di dekat Antartika untuk menyelidiki sinar panas misterius.

Film yang diarahkan oleh Paul W.S. Anderson ini dibintangi oleh Sanaan Lathan, Raoul Bova, Lance Henriksen dan Ewen Bremner. Anderson banyak menyutradarai film yang diadaptasi dari video game seperti Mortal Kombat dan serial film Resident Evil.

Cerita film ditulis oleh Anderson, sementara naskahnya dikembangkan oleh Anderon bersama Shane Salerno, penulis yang juga berada di balik film Armageddon. Dalam menulis cerita, film ini dipengaruhi oleh mitologi suku Aztek, serial komik dan tulisan-tulisan Erich von Däniken, seorang penulis asal Swiss yang mengklaim budaya manusia pada masa awal dipengaruhi oleh alien.

Sinopsis

Pada tahun 2004, sebuah satelit mendeteksi sinyal panas misterius di bawah Bouvetøya, sebuah pulau yang berada sekitar 100 mil dari lepas pantai Antartika. Ahli industri kaya raya, Charles Bishop Weyland (Lance Henriksen) menemukan sebuah piramida yang terkubur 2000 kaki di bawah es. Dia mencoba mengklaim penemuan tersebut untuk perusahaan raksasanya, Weyland Industries, anak perusahaan Weyland Corporation. Dia menemukan tim ahli untuk turun menyelidikinya, yang terdiri dari arkeolog, ahli linguistik, pengebor, tentara bayaran dan seorang pemandu bernama Alexa “Lex” Woods (Sanaan Lathan).

Sementara itu, sebuah kapal Predator mencapai orbit bumi. Dia menembakkan sinar yang menciptakan sebuah jalan di antara es menuju sumber panas. Saat tim Weyland tiba di stasiun penangkapan ikan paus terlantar yang lokasinya berada di atas sumber panas, mereka menemukan lorong dan turun di bawah es. Mereka menemukan piramida misterius dan mulai menjelajahinya. Penjelajahan tersebut menemukan bukti adanya peradaban prasejarah dan semacam ritual pengorbanan yang penuh dengan kerangka manusia dengan tulang rusuk yang pecah.

Sementara itu, tiga Predator yakni Scar, Celtic dan Chopper datang. Mereka membunuh semua manusia yang berada di permukaan. Mereka menuju piramida dan tiba tepat saat tim Weyland tanpa sadar mengaktifkan piramida tersebut. Ratu Alien terbangun dan stasis kriogenik dan mulai menghasilkan telur. Ketika telur menetas, bayi alien keluar dan menempelkan diri pada manusia di ruang korban. Seekor alien lahir dari manusia dan dengan cepat tumbuh menjadi alien dewasa.

Konflik meletus antara Predator, Alien dan manusia yang mengakibatkan beberapa kematian. Celtic dan Chopper dibunuh oleh Alien. Lex dan arkeolog Italia, Sebastian De Rosa (Raoul Bova) berhasil melarikan diri dari Scar. Mereka berdua menyaksikan Scar membunuh bayi alien, facehugger, dan seekor alien dengan shuriken. Dia menandai wajahnya dengan darah dari facehugger. Setelah Lex dan Sebastian pergi, facehugger berusaha menempelkan dirinya ke Scar yang tidak mengenakan topengnya.

Melalui penerjemahan hieroglif piramida, Lex dan Sebastian mengetahui bahwa Predator telah mengunjungi bumi selama ribuan tahun. Mereka mengajarkan peradaban awal pada manusia bagaimana membangun piramida. Mereka disembah sebagai dewa. Setiap 100 tahun mereka datang ke bumi untuk mengambil bagian dari sebuah ritual di mana manusia mengorbankan dirinya dengan menjadi inang bagi kelahiran Alien. Predator memburu Alien dan berusaha bertahan hidup di piramida. Jika kewalahan, maka Predator akan mengaktifkan penghancur otomatis untuk membunuh Alien dan diri mereka sendiri. Mereka berdua menyimpulkan itulah tujuan Predator saat ini berada di piramida. Energi panas yang terpancar dari piramida adalah cara untuk menarik manusia agar mendatangi piramida tersebut.

Lex dan Sebastian memutuskan bahwa Predator harus berhasil dalam perburuan tersebut sehingga Alien tidak dapat melarikan diri ke permukaan. Mereka menawarkan persekutuan dengan Predator. Sebastian ditangkap oleh Alien, sehingga yang tersisa tinggal Lex dan Scar yang bekerja sama melawan Alien. Scar memberikan bagian Alien yang mati untuk menjadi senjata yang diberikan kepada Lex. Ratu Alien menggunakan darahnya yang asam untuk membebaskan diri dari rantai yang mengekangnya. Dia melarikan diri dan mengejar Lex dan Scar bersama para Alien lainnya.

Bagaimanakah nasib Lex dan Scar. Akankah mereka berhasil mengalahkan Ratu Alien dan anak buahnya? Saksikan sendiri film Alien vs. Predator.

sinopsis Alien vs. Predator Sutradara: Paul W. S. Anderson
Produser: John Davis, Gordon Carroll, David Giler, Walter Hill
Penulis naskah: Paul W. S. Anderson
Ide cerita: Paul W. S. Anderson, Dan O’Bannon, Ronald Shusett
Pemain: Sanaa Lathan, Raoul Bova, Lance Henriksen, Ewen Bremner
Rumah produksi: Davis Entertainment Company, Brandywine Productions, Impact Pictures, Stillking Films
Distributor: 20th Century Fox
Tanggal rilis: 12 Agustus 2004 (Internasional)
Durasi film: 101 menit

Review

Film Alien vs. Predator mendapatkan ulasan negatif, misalnya situs Rotten Tomatoes hanya memberikan rating 20% berdasarkan 144 ulasan. Film ini dianggap membosankan. Situs Metacritic juga hanya memberikan skor 29 dari 100. Bagaimanapun juga film bisa balik modal dengan meraup pendapatan box office sebesar $172,5 mengalahkan biaya produksinya yang sebesar $60 juta.

Trailer

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.