Turah (2017)

Diposting pada

Kalau Anda suka dengan film-film berbobot yang mengangkat tema-tema sosial, Anda pasti tak akan melewatkan film Turah. Apalagi, film ini diproduseri oleh Ifa Isfansyah, sosok yang sama yang memproduseri film Siti, pemenang Piala Festival Film Indonesia 2015 sebagai film Terbaik. Seperti Siti yang mengangkat realita hidup yang pahit, Turah pun mengangkat cerita kelam yang hidup dalam masyarakat kita. Kalau Siti mengangkat penderitaan seorang perempuan yang harus mengurus suaminya yang lumpuh dan terbelit hutang, maka Turah mengangkat liciknya kekuasaan yang mencengkram orang-orang dalam ketakutan.

Kisah film ini mengambil latar belakang sebuah Kampung yang bernama Kampung Tirang yang berada di Kota Tegal. Kampung ini terletak di pesisir pantai utara, berdekatan dengan Pelabuhan Tegalsari. Kampun tersebut berdiri di atas sebuah tanah timbul, dengan dikeliling oleh air laut. Situasi alam seperti ini membuat Kampung Tirang menjadi terpencil, kekurangan listrik dan air bersih. Warga hanya mendapatkan listrik pada malam hari.

Seorang sutradara asal Tegal, Wicaksono Wisnu mengangkat kisah hidup warga kampung tersebut dengan membawa sosok Turah. Pengambilan adegan dilakukan di Kampung Tirang yang melibatkan warga sekitar dan para aktor teater. Film ini menggambarkan kehidupan warga kampung dibawa himpitan kemiskinan dan utang, dengan dramatisasi.

Film ini mengisahkan kehidupan orang-orang yang dikalahkan di Kampung Tirang. Mereka kehilangan kepercayaan diri dan hidup dalam ketakutan di bawah tirani seorang juragan kaya bernama Darso. Dia penguasa kampung yang memberikan “kehidupan” kepada warga. Dia memiliki kaki tangan bernama Pakel, seorang sarjana penjilat yang dengan siasat licik membuat warga kampung semakin bermental kerdil. Dalam situasi seperti itu Darso menjadi semakin kaya, sebagai hasil dari mengeruk keuntungan dari warga kampung.

Situasi demikian tidak menghancurkan mental dua orang manusia, Turah dan Jadag. Berbagai ketidakadilan yang terjadi, membuat Turah dan Jadag memutuskan melawan rasa takut. Hal ini tidak mudah, karena ketakutan itu sendiri begitu akut. Mereka dihimpit oleh skenario licik yang dimainkan oleh Darso. Mereka harus melawan dengan sekuat tenaga, karena mereka tidak ingin menjadi manusia sisa, manusia yang terus-menerus kalah.

Film bergenre drama ini termasuk dalam film berkualitas mumpuni yang terbukti memenangkan berbagai penghargaan seperti Geber Award dan Netpac Award dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival dan Singapore International Film Festival untuk kategori Asian Feature Film Special Mention.

Poster film Turah :

poster film turah

Informasi film Turah :

Jenis Film :
Drama

Produser :
Ifa Isfansyah

Sutradara :
Wicaksono Wisnu Legowo

Penulis :
Wicaksono Wisnu Legowo

Produksi :
Fourcolours Films

Pemain:
Ubaidillah, Slamet Ambari, Yono Daryono, Rudi Iteng, Narti Diono

Tanggal rilis:
16 Agustus 2017

Trailer film Turah :

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.