Akibat Banjir, Pemerintah Alami Kerugian Rp 50 Triliun

Diposting pada

TENTANGBEKASI.COM, JAKARTA – Banjir yang melanda banyak daerah di Indonesia menyebabkan pemerintah mengalami kerugian hingga Rp 50 triliun karena kerusakan berbagai infrastruktur yang rusak akibat banjir.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi Golkar Harry Azhar Azis, di dalam siaran persnya, Jakarta, Kamis (30/1).

“Terdapat sekitar ratusan daerah yang mengalami musibah banjir, baik di Jakarta maupun di luar Jakarta. Dan diasumsikan, setiap daerah memerlukan dana perbaikan dan pemulihan pasca banjir mencapai Rp 50-100 miliar. Kerugian itu, lanjut dia, telah memperhitungkan beberapa sarana infrastruktur lainnya. Diantaranya, perbaikan dan pembenahan infrastruktur untuk pengairan serta irigasi,” jelasnya.

Ia juga menambahkan pemerintah harus memperhitungkan multiplier effects dari banjir, seperti dampak sosial, kerugian sektor bisnis, dan terhentinya layanan sosial akibat banjir.

“Bahkan adanya korban jiwa akibat banjir yang terjadi akibat buruknya kualitas infrastruktur,” katanya.
Mewakili Partai Golkar, Harry mendesak pemerintah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur di seluruh Indonesia sesuai dengan peruntukkannya.

“Termasuk untuk pembangunan berbagai saran pendukung untuk mencegah meluasnya banjir, misalnya pembangunan waduk di berbagai lokasi,” imbuhnya.

Ia juga meminta agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai fokus mengawasi kualitas proyek-proyek infrastruktur sesuai dengan harga yang wajar dan tidak dimark-up.
“Biaya sudah dikeluarkan, maka harus diawasi secara serius. Sehingga tidak ada ruang apapun untuk praktik-praktik “nakal” yang mengurangi kualitas bahan. Karena akibatnya, pasti negara akan mengalami kerugian yang lebih besar lagi,” tegasnya. (*) (Ml)

Foto: Harry Azhar.
Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.