7 Manfaat Mengonsumsi Tauge, Dari Obati Anemia Sampai Anti Penuaan Dini

Diposting pada

Makanenaksehati.blogspot.com – Kecambah kacang hijau atau tauge kerap dimasukkan ke dalam berbagai hidangan sayuran. Resep pecel, oseng-oseng, dan berbagai makanan asli Indonesia sering menggabungkan tauge dengan sayuran lainnya. Tahukah Anda? Di balik mininya ukuran tauge tersimpan banyak manfaat bagi kesehatan.

Dikutip dari Juicingforhealth, tauge kaya dengan asam amino, vitamin, mineral, hingga serat yang baik. Di samping itu, tauge juga kaya dengan isoflavon. Beberapa manfaat makan tauge yaitu sebagai berikut:

  1. Membantu mengatasi anemia atau kekurangan darah. Kecambah kacang hijau kaya degan zat besi yang merangsang dalam proses sintesis hemoglobin. Ditambah dengan kandungan vitamin C pada tauge, makin meningkatkan penyerapan zat besi di usus. 
  2. Menjaga kesehatan jantung. Tauge memiliki lemak jenuh yang sangat rendah. Mengonsumsinya secara teratur turut mengurangi kolesterol jahat (LDL).  Serat dan lesitin yang ada pada tauge membantu membuang LDL sehingga mencegah penyakit jantung.
  3. Mencegah sembelit. Serat yang ada dalam tauge baik untuk meningkatkan motilitas usus dan mengurangi tanda-tanda sembelit.
  4.  Mencegah gigi dan rambut rapuh. Tauge memiliki kadar tinggu dari protein, vitamin, dan seng. Ketiga bahan ini diperlukan rambut dan kuku agar selalu sehat.
  5. Meringankan gejala yang berhubungan dengan menopause. Ini terjadi karena tauge mengandung phytoestrogen yang berguna untuk mengurangi berbagai hal yang muncul pada saat menopause. Contohnya jantung berdebar, yang muncul ketika kadar estrogen menurun. Selain itu, phytoestrogen juga berguna mencegah osteoporosis.
  6. Mengurangi gejala penuaan. Ini juga akibat pengaruh phytoestrogen yang merangsang sisntesis asam hyaluronic, kolagen, dan elastin.  Ketiganya berhubungan dengan perubahan kulit karena pertambahan usia, elastisitas kulit, dan kelembabanya.
  7. Menurunkan tingkat stres dan rasa lelah. Tauge adalah sumber energi yang membantu mengurangi stres fisik dan pikiran.

***
(Penulis: Ilham Choirul)
Foto kredit: berendquest.nl (Klik gambar untuk memperbesar)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.