Pengacara yang Membela “Pembunuh” Presiden, The Conspirator

Diposting pada


The Cospirator
Bintang:
– James McAvoy
– Robin Wright

Durasi: 109 menit

Colombia Pictures

“Sebutir peluru yang membunuh Sang Presiden… tapi bukan satu orang.”

Dalam pembunuhan Abraham Lincoln, tujuh laki-laki dan seorang perempuan ditangkap dan didakwa berkonpirasi untuk membunuh Presiden, Wakil Presiden dan Menteri Luar Negeri.  Satu-satunya perempuan yang menjadi terdakwa, Mary Surrat (Wright), pemilik penginapan di mana John Wilkes Booth (Toby Kebbell) dan lainnya bertemu dan merencanakan serangan simultan kepada presiden Lincoln.

Ketika Lincoln dibunuh, 1 juta rakyat menghadiri pemakamannya. Sentimen Anti-Selatan dan mengutuk pembunuhan Lincoln, muncul.

Berseberangan dengan latar belakangnya sebagai prajurit perang sipil Washington, Frederick Aiken (McAvoy), berumur 28 tahun, pahlawan perang dari kubu Serikat, yang baru saja menjadi pengacara diharuskan membela Mary Surrat. Aiken terpaksa membela Marry dengan mengabaikan perasaan enggannya.

Aiken menuntut ke pengadilan agar Mary tidak diadili di pengadilan militer, tetapi pengadilan sipil sesuai dengan ketentuan hukum, tergugat berasal dari kalangan sipil. Pengacara muda ini tidak hanya melawan kemarahan publik, pengadilan militer tetapi juga rasa jijik di dalam dirinya karena harus membela Mary yang diyakininya bersalah.

Mengalami pengasingan publik, rekan-rekan, bahkan kekasihnya, Aiken berusaha objektif, berpihak pada kebenaran yang ditemukannya dalam penyelidikannya sendiri. Aiken menyelidiki kejadian tersebut dengan mendatangi rumah penginapan yang dikelola oleh Marry.

Beberapa kali putus asa dan ingin berhenti, Aiken selalu menemukan kenyataan-kenyataan baru yang justru membuktikan Marry tidak bersalah, dan memang harus dibela.

Konflik dalam film ini terjadi ketika Aiken menemukan berbagai bukti yang mengarah pada kenyataan Marry tidak bersalah. Perempuan ini hanya lah seorang ibu yang anak lelakinya terlibat dalam rencana pembunuhan. Marry sendiri tidak ingin dibela karena dia ingin menanggung kesalahan anaknya. Marry tidak ingin melihat anaknya mati di tiang gantungan. Dihadapkan pada posisi: menyerahkan anaknya atau dihukum mati, Marry memilih dihukum mati. Anak lelaki Marry menghilang entah ke mana. Marry menolak memberitahukan kepada Aiken di mana anak lelakinya bersembunyi. Kasus ini semakin rumit.

Demi membuktikan keterlibatan Marry, kesaksian palsu dihadirkan. Menarik, menyaksikan Aiken sebagai pengacara yang baru saja mulai berkarir membela kliennya dengan memperlihatkan kredibilitas saksi yang lemah. Namun, politik berkata lain. Lebih menguntungkan, menghukum mati semua pelaku, termasuk Marry, demi memuaskan amarah publik.

Bagi Aiken, kebenaran harus dibuktikan. Kini, Aiken pun harus berseberangan dengan keinginan Marry yang ingin digantung demi menyelamatkan anaknya.

Namun, gejolak kemarahan publik menginginkan Marry dihukum gantung. Bagaimana jika publik berpihak pada kesalahan? Bagaimana sikap hukum? Kasus pertama Aiken, yang mungkin juga menjadi kasus terakhirnya. Sebuah kisah nyata yang wajib ditonton, khususnya bagi mereka yang bergelut dalam kehidupan hukum dan politik.

Saksikan Trailer Fim ini di You Tube:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.