Cegah Banjir, Komposisi APBD Harus Berubah!

Diposting pada

Tentangbekasi.com, Cikarang Pusat – Bencana banjir yang masih saja
mengancam kota
Bekasi, membuat Ronny Hermawan, Anggota DPRD Kota Bekasi merasa gerah.
Menurutnya, sudah saatnya pemerintah kota
Bekasi membuat langkah yang berani dan serius guna menanggulangi banjir.
Caranya, dengan mengubah komposisi Anggaran yang selama ini dikelola oleh Dinas
Bina Marga Tata Air (Disbimarta), yakni dengan
menggelembungkan anggaran untuk perbaikan drainase lewat pemangkasan anggaran
untuk perbaikan jalan. Tidak seperti yang berlaku selama ini, dimana Prioritas
dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) yang ditetapkan pemerintah Kota Bekasi lewat
Disbimarta berkomposisi 85 % untuk perbaikan jalan, dan hanya 15 % untuk
perbaikan drainase.
Anggota Komisi A DPRD Kota Bekasi Ronny Hermawa
“Pemerintah
eksekutif pada tahun 2012 lalu sudah saya tantang, berani tidak membuat
komposisi yang terbalik, yakni mendongkrak anggaran untuk perbaikan drainase
menjadi 80 persen, dan mengurangi anggaran untuk perbaikan jalan menjadi 20
persen,“ ungkap Ronny menceritakan upayahnya dalam memperjuangkan Bekasi bebas
banjir sejak tahun 2012.
Tantangan
tersebut menurut Anggota DPR Kota Bekasi ini merupakan langkah awal, untuk
selanjutnya menuju ke langkah berikutnya, yakni mengukuhkan komposisi anggaran
yang baru lewat peraturan daerah (perda) yang berlaku sampai lima tahun ke depan.
”Jika sudah
ditetapkan dalam perda, siapapun nanti yang menjadi pemimpin daerah, komposisi yang
sudah ditetapkan tersebut tidak bisa lagi diubah sampai selesainya proyek
drainase,” terang Ronny yang mencalonkan diri kembali untuk Dapil Bekasi Timur.
Ditambahkan oleh
Ronny bahwa tantangan yang disampaikannya saat menjabat sebagai Ketua Komisi B
DPRD Kota Bekasi saat itu, awalnya dijawab positif oleh para pejabat pelaksana
anggaran.
“Semula Kepala Dinas
mengiyakan saja, tapi begitu dilaksanakan rapat paripurna, dan palu diketuk, darr..!
Keputusan yang diambil jadi berbeda lagi, dengan tetap memberikan anggaran yang
lebih besar untuk perbaikan jalan. Entah kenapa bisa begitu, saya tidak tahu.
Mungkin karena keuntungan yang diperoleh dari proyek perbaikan jalan lebih
banyak daripada perbaikan drainase,” pungkas Ronny dengan nada rendah dan penuh
rasa kecewa.(*) (Agus)
  (Kredit: beritabekasi.co)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.