Sinopsis Melawan Takdir: Kisah Anak Desa Terpencil Menjadi Profesor

Diposting pada

Sepertinya Makassar akan menjadi salah satu kota di Indonesia yang mampu memproduksi film lokal dengan rasa nasional. Setelah kesuksesan film “Uang Panai,” mulai banyak rumah produksi lokal Makassar yang memproduksi film-film lokal berkualitas. Kali ini salah satu film lokal dari Makassar kembali siap menghibur penikmat film di seluruh Indonesia. “Melawan Takdir” merupakan film biografi yang juga diangkat dari novel berjudul sama.

Film ini akan mengangkat kisah mengenai professor Hamdan Juhannis yang merupakan professor muda dan kini aktif mengajar di Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar. Kisah ini sepenuhnya menceritakan kisah beliau yang sebelumnya sudah beliau tuliskan di dalam buku “Melawan Takdir” yang dirilis pada tahun 2013. Buku ini merupakan salah satu buku autobiografi motivasi yang menjadi best seller di Indonesia.

Di dalam buku ini, kisahkan kehidupan si penulis, Hamdan Juhannis, seorang anak yatim sejak usia 3 tahun. Dia tinggal di desa terpencil di mana sangat jarang anak-anak di sana mampu bersekolah hingga pendidikan tinggi. Perjuangan ibunya bekerja keras membiayai sekolah menjadi pecut bagi Hamdan untuk bersekolah setinggi-tingginya.

“Kesabaran dan ketabahanmu adalah pelita yang akan terus menyala menyinari ruang kalbu anakmu ini hingga akhir nati. Ibu, dirimu adalah inspirasi terbesar bagi anakmu ini, penyemangat yang terus mendorong untuk tidak menyerah dalam ketiadaan secara material. Tiap tetes keringatmu yang jatuh di atas mesin rajutan tenunmu adalah tetes cinta yang menjadi cerahan cahaya kehidupan bagiku. Aku tau ibu tidak pernah sekolah tapi ibu telah memberikan gelora semangat padaku untuk terus bersekolah. Semoga Allah menganugerahimu dengan balasan terindah,” kata Hamdan untuk ibunya, dalam buku Melawan Takdir.

Film ini digarap oleh sutradara Quraisy Mathar yang juga menjadi penulis skenario dan produser. Film ini diproduksi di bawah rumah produksi Rumah Tujuh Langit. Pemain yang akan mengisi film ini adalah Zulkifli Suardi, Irmawati Jabbar, dan Saaning Dg.ngogi, dan Aqsha Khalifah Mathar. Film ini rencananya akan tayang di bioskop Indonesia pada Desember 2017, namun penayangannya ditunda hingga dirilis pada 19 April 2018.

Sinopsis

Film ini akan mengisahkan perjuangan professor Hamdan Juhannis yang lahir di sebuah desa di Sulawesi Selatan, yaitu Mallari. Meskipun terlahir di desa, namun beliau merupakan pemuda yang memiliki semangat yang tinggi untuk sukses dan meraih gelar pendidikan yang tinggi. Film ini akan menceritakan perjuangan yang beliau lakukan untuk meraih gelar pendidikannya hingga menjadi seorang professor.

Di Mallari, Hamdan Juhannis hidup bersama dengan ibu, nenek, dan saudaranya. Mereka harus bekerja keras untuk melewati masa-masa sulit karena hidup di bawah garis kemiskinan. Sejak lahir Hamdan Juhannis memang terlahir sebagai anak dari keluarga yang miskin.

Ia harus ditinggalkan oleh Ayahnya yang meninggal ketika ia masih kecil. Kepergian sang suami yang begitu cepat mebuat Hamidah (Ibu Hamdan Juhannis) memikul semua tanggung jawab untuk menghidupi keluarganya. Ia harus membesarkan, menyekolahkan, dan merawat keempat anaknya sendiri. Ia menjadi tulang punggung keluarga yang harus menghidupi dirinya dan anak-anaknya. Hamidah yang buta huruf latin tidak memiliki banyak pilihan untuk menjalankan pekerjaan.

Ia pun memilih bekerja sebagai penjual kain sarung hasil tenunan. Dari hasil inilah ia dapat menyekolahkan Hamdan Juhannis. Melihat kondisi keluarganya yang demikian, Hamdan Juhannis memiliki tekad untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik. Ia ingin membanggakan ibu yang sudah dengan susah payah membesarkannya.

Mimpinya ini menjadi kenyataan ketika ia berhasil melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi di Australia dengan beasiswa untuk meraih gelar S2 dan S3. Bahkan beliau juga berhasil meraih gelar professor termuda pada masa pengangkatannya.

Film “Melawan Takdir” menjadi salah satu film yang ditayangkan pada Festival Sinema Australia indonesia (FSAI 2018) pada bulan Februari 2018. Festival ini digelar di empat kota besar di Indonesia, salah satunya adalah Makassar. Professor Hamdan Juhannis merupakan salah satu alumni dari kampus besar di Australia, sehingga tidak salah panitia memilih film ini untuk ditayangkan di festival tersebut.

sinopsis melawan takdirJenis Film: Drama
Produser: Quraisy Mathar
Sutradara: Quraisy Mathar
Penulis: Quraisy Mathar, Wildan
Produksi: Rumah Tujuh Langit
Pemain: Zulkifli Suardi, Aqsha Khalifah Mathar, Irmawati Jabbar, Saaning Dg.ngogi
Tanggal rilis: 19 April 2018

Review

(belum ada)

Trailer

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.