Sinopsis Elephant (2020), Kisah Perjalanan Sekawanan Gajah

Diposting pada

Elephant adalah film dokumenter alam yang diproduksi oleh Disneynature. Film Amerika ini dirilis oleh Disney+ pada 3 April 2020. Berdurasi 89 menit, film ini dinarasikan oleh Duchess of Sussex, Meghan Markle.

Film dokumenter ini disutradarai oleh Mark Linfield dan Vanessa Berlowitz yang juga berperan sebagai produser bersama Roy Conli. Mark Linfield memang dikenal sebagai penulis, produser, dan sutradara film dokumenter alam. Beberapa karya besutannya, antara lain Earth, Frozen Planet, Chimpanzee, dan Monkey Kingdom.

Elephant berfokus pada seekor gajah bernama Gaia. Gaia adalah pemimpin kawanan Gajah Afrika yang berperan dalam memimpin migrasi mencari sumber makanan dan air. Dalam perjalanan ia banyak memberikan pelajaran hidup lewat keberaniannya dan perjuangannya dalam melindungi kawanan dari berbagai bahaya.

Selanjutnya, ada Shani yang merupakan adik perempuan Gaia. Shani memiliki peran penting dalam mendukung Gaia mengatur kawanannya. Dengan ingatan Gaia, ia memimpin kawanannya kembali pulang ke tempat asal.

Jomo adalah gajak berikutnya yang menarik dalam cerita. Ia adalah gajah muda yang energik dan suka bermanin dengan hewan-hewan lainnya. Jomo yang merupakan putra dari Shani mendapatkan banyak pelajaran hidup dari perjalanan panjang migrasi.

Sinopsis

Film ini menceritakan tentang kawanan Gajah Afrika dari Gurun Kalahari yang bersiap untuk migrasi dari rumah mereka menuju surga berumput untuk mencari makan dan air. Kawanan ini dipimpin oleh Gaia dan adik perempuannya, Shani yang membantu menjaga keamanan kawanan.

Shani memiliki putra yang energik bernama Jomo, gajah muda yang suka bermain dengan hewan-hewan lain. Kawanan ini meninggalkan padang pasir dan bertemu dengan gajah-gajah lain dalam perjalanan panjang untuk mencari makan serta melakukan reuni dengan gajah-gajah lainnya.

Perjalanan mereka tentu menemui banyak rintangan dan ancaman dari predator, namun Gaia dan Shani berusaha melindungi kawanan. Perjalanan ini memberikan banyak pelajaran hidup bagi Jomo yang masih muda. Dalam perjalanan, Gaia meninggal dan kepemimpinan kawanan diambilalih oleh Shani. Dengan ingatan Gaia, Shani memimpin kawanan pulang ke Okavango.

Baca juga: Sinopsis Fast Color (2018), Kisah Pelarian Manusia Berkekuatan Super

sinopsis elephantJenis film: Dokumenter
Sutradara: Mark Linfield, Disney+, Elephant CPF700’s Media Corner, Vanessa Berlowitz
Produser: Mark Linfield, Vanessa Berlowitz, Roy Conli
Narator: Meghan, Duchess of Sussex
Musik: Ramin Djawadi
Sinematografer: Martyn Colbeck, Mike Holding, Tom Walker
Editor: Nigel Buck
Produksi: Disneynature
Distributor: Disney+
Tanggal rilis: 3 April 2020
Durasi film: 89 menit

Alur cerita

Di gurun Kalahari di Afrika Utara, banyak gajah Afrika yang bersiap bermigrasi dari rumah mereka ke padang rumput surga. Kelompok ini dipimpin oleh kepemimpinan ibu, Gaia dan adik perempuannya, Shani, yang membantu menjaga agar keluarga mereka tetap aman.

Shani juga membesarkan putranya yang bersemangat, Jomo, gajah kecil yang sangat energik yang ingin bermain dengan binatang lain, termasuk rusa Afrika (lechew) dan babon.

Ketika tanah mereka nampaknya mengering, Gaia memimpin gajah-gajah ini ke lubang air yang hampir kering untuk menikmati minum dan mandi lumpur sebelum meninggalkan gurun itu.

Mereka bergabung dengan gajah lainnya yang datang berkunjung, bermain dan minum air. Ketika air mengering, Gaia melihat seekor bayi gajah yang tenggelam dan terperangkap di lumpur, jadi dia segera menyelamatkannya dan bayi itu berkumpul kembali dengan ibunya.

Kawanan ini meninggalkan gurun untuk bergabung dengan gajah-gajah lainnya dalam sebuah perjalanan panjang, mereka istirahat makan siang dan berkumpul dengan keluarga masing-masing, juga bersama dengan kawanan gajah lainnya, beberapa di antaranya tidak bertemu Gaia selama lebih dari setahun.

Jomo mulai berteman dengan anak-anak gajah lainnya, dan setelah bertahun-tahun, Shani berkumpul kembali dengan banyak sepupunya yang hilang. Kawanan Gaia dan kawanan gajah lainnya tidak beruntung menemukan makanan, tapi seekor gajah jantan (yang mengunjungi keluarganya) menggunakan belalainya untuk menjatuhkan banyak biji-bijian dari pepohonan. Semua gajah menerimanya bergembira.

Kawanan Gaia melintasi tempat kuno di mana yang dibuat oleh nenek moyang mereka ketika mereka bermigrasi. Ketika mereka mencapai lubang air kecing, mereka melihat tulang belulang gajah. Shani menunjukkan pelajaran hidup yang membingungkan Jomo. Kawanan ini bergerak dan menemukan lubang air lainnya (kali ini mengandung air). Saat gajah-gajah sedang minum, Jomo bermain dengan sekelompok babi hutan. Air dirusak oleh pengunjung sebelumnya, jadi gajah-gajah memakan pohon Mopani tapi dikejar oleh ulat pemakan pohon itu.

Ulat ini melanjutkan perjalanan mereka ke sebuah pulau kecil. Tidak ada air di sana untuk mereka minum, tapi Gaia membawa mereka ke pohon Baobab di mana mereka mendapatkan air minum dari getahnya. Shani mengajarkan gajah-gajah muda untuk mendapatkan getah dengan cara merobek kulit pohon yang tebal. Kawanan ini beristirahat di pulau sepanjang malam.

Melanjutkan perjalanan mereka, kawanan ini mengalami badai pasir. Shani dan Gaia merasakan tanah bergetar yang berarti sungai sudah dekat, tapi mereka putus asa untuk mencapai sungai. Jauh di bawah tebing di mana gajah berada, tapi mereka mendapatkan bantuan dari kawanan burung Quelea, sehingga mereka melewati jalan menuju air terjung Victoria, tempat yang dicari Gaia selama ini.

Kawanan ini dengan gembira minum air, tetapi mereka bertemu buaya. Untungnya tidak ada yang terluka ketika mereka melintasi sungai. Mereka mencapai pulai di mana kawanan ini menikmati waktu mereka di air terjun Victoria dan bahkan mengunyah kacang buah palem.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.