Produksi ‘Just in Time’, Apa dan Bagaimana?

Posted on

just in timeSeperti kita tahu bahwa perkembangan dunia semakin cepat, baik itu dari segi sosial, teknologi, ekonomi, ataupun lainnya. Hal ini membuat tuntutan untuk memberikan layanan terbaik dan tercepat kepada konsumen semakin besar.

Just In Time, merupakan salah satu konsep dalam dunia bisnis yang dapat memenuhi tuntutan tersebut. Untuk mengetahuinya lebih lanjut, mari kita bahas secara mendalam dalam artikel ini!

Pengertian Just In Time

Secara bahasa, Just In Time dapat berarti sebagai tepat waktu. Sedangkan secara Istilah, Just In Time di dunia bisnis berarti metode untuk mengelola inventaris sesuai permintaan. Intinya, proses pengambilan maupun pengantaran barang hanya ketika sedang dibutuhkan. Tentu prosesnya juga harus tepat waktu.

Dengan melakukan proses Just In Time, suatu perusahaan mampu menekan biaya penyimpanan persediaan serta meningkatkan perputaran barang. Tidak hanya itu saja, Just In Time diklaim dapat menambah efisiensi dan keuntungan perusahaan karena perusahaan mampu memenuhi permintaan konsumen tanpa harus menahan barang dengan waktu yang lama.

Beberapa contoh perusahaan besar yang menggunakan metode Just In Time dalam mengelola inventarisnya adalah Toyota Motor Corporation, Dell, dan Harley-Davidson.

Sejarah Just In Time

Just In Time memang berasal dari bahasa Inggris, namun konsep atau filosofi ini sejatinya berakar dari Jepang pada tahun 1960-1970. Konsep ini muncul sebagai solusi dari keterpurukan jepang setelah Perang Dunia II. Pengusaha mengalami banyak tantangan, seperti terbatasnya sumber daya alam, keterbatasan lahan untuk pabrik dan gudang, dan krisis ekonomi pasca perang.

Insinyur dari Toyota Motor Corporation, Taiichi Ohno adalah perintis dari metode Just In Time. Metode ini merupakan bagian dari sistem produksi kanban yang juga dikembangkan oleh Ohno. Jasanya tersebut membuat Taiichi Ohno memiliki sebagai the Father of Just In Time. Ia mengembangkan ide ini berdasarkan pengalaman dan pengetahuannya tentang pemborosan yang sering dilakukan oleh perusahaan, seperti persediaan yang berlebihan, kegiatan tidak bermanfaat, pendudaan, investasi yang tidak perlu, biaya pengantaran yang terlalu banyak.

Toyota menggunakan filosofi ini secara resmi pada akhir 1970-an. Hal ini mengubah sistem produksi dari Toyota secara besar-besaran. Kanban menuai pujian dari banyak orang. Metode ini juga terkenal di negara barat hingga nama konsepnya lebih dikenal sebagai Just In Time.

Manfaat menggunakan Just In Time

Pada dasarnya, Just In Time bertujuan agar perusahaan dapat mengurangi pengeluaran yang seharusnya tidak perlu, sehingga proses produksi dapat berjalan dengan efisien. Memproduksi sesuai kebutuhan konsumen tanpa ada kelebihan maupun kekurangan merupakan langkah untuk mengurangi pengeluaran tersebut.

Berikut adalah beberapa keuntungan dari penggunaan Just In Time dalam perusahaan:

Mengurangi limbah inventaris

Suatu perusahaan tidak jarang mengalami overproduction karena jumlah permintaan bisa lebih rendah daripada jumlah penawaran. Hal ini memunculkan kemungkinan limbah inventaris yang semakin banyak. Limbah inventaris yang dimaksud ialah benda yang ‘mati’ dan tidak bisa dijual lagi. Oleh karenanya, metode Just In Time ada untuk mencegah kejadian seperti itu.

Pemberdayaan sumber daya lokal

Dalam Just In Time, produksi hanya dilakukan ketika ada permintaan. Agar mendapatkan bahan-bahan dengan cepat, pemanfaatan sumber daya lokal pun diperlukan. Tidak hanya proses yang cepat, pemanfaatan sumber lokal juga mampu mengurangi biaya transportasi.

Produsen memiliki hak lebih banyak untuk mengontrol

Produsen memiliki kontrol yang kuat dalam perusahaan yang menggunakan Just In Time. Hal ini dikarenakan proses produksi dilakukan sesuai permintaan. Perusahaan dapat menerima permintaan tersebut secara langsung, yang kemudian dapat direspon melalui produksi yang dilakukan dengan cepat. Contohnya adalah perusahaan Toyota yang tidak membeli barang-barang mentah ataupun setengah jadi sebelum ada permintaan produk.

Menekan biaya penyimpanan gudang

Sudah menjadi rahasia umum bahwa pergudangan memerlukan uang yang banyak. Semakin banyak barang yang disimpan dalam gudang, semakin banyak biaya yang dikeluarkan. Dengan menyediakan barang hanya ketika ada permintaan, perusahaan dapat mengurangi biaya perawatan barang di gudang.

Tantangan menggunakan Just In Time

Dalam pelaksanaannya, Just In Time memiliki beberapa tantangan. Hal ini wajar karena manfaat yang diberikan metode ini cukup banyak. Beberapa tantangan yang mungkin kamu hadapi ketika menggunakan metode ini adalah:

Zero tolerance untuk kesalahan

Just In Time erat kaitannya dengan ketepatan waktu. Salah sedikit, maka produksi bisa telat dan memberikan efek domino pada proses lainnya. Bahkan kecacatan dalam produk bisa saja terjadi karena jumlah yang terbatas. Oleh karena itu, perusahaan perlu untuk merencanakan plan B apabila terjadi hal yang tidak diinginkan.

Ketergantungan yang tinggi terhadap pemasok

Pemasok merupakan bagian vital dalam metode Just In Time.  Pemasok memiliki tugas sebagai penyedia dan pengantar bahan baku, yang mana perusahaan tidak mengaturnya secara langsung. Apabila pemasok telat dan kualitas bahannya tidak baik, maka produksi bisa terhambat sehingga kualitas barang menjadi berkurang.

Menambah biaya transaksi

Biaya penyimpanan di gudang memang dapat ditekan menggunakan metode ini. Namun peningkatan biaya di tahap transaksi sangat mungkin terjadi. Hal ini dikarenakan perusahaan memproduksi barang sesuai permintaan, sehingga proses frekuensi transaksi bisa menjadi tinggi.

Adanya kemungkinan kekurangan barang

Tujuan dari Just In Time adalah menghindari overproduction dan meningkatkan efisiensi produksi. Namun perusahaan akan kesusahan bila mendapatkan permintaan mendadak dengan jumlah yang banyak. Belum lagi ketika pemasok tidak mampu menyediakan bahan yang banyak secara cepat..

Contoh penggunaan Just In Time di perusahaan

Telah kita bahas sebelumnya bahwa beberapa perusahaan terkenal seperti Dell, Toyota, dan Harley-Davidson menggunakan Just In Time dalam produksinya. Untuk memahami bagaimana pelaksanaan metode Just In Time dengan lebih baik, simak beberapa contoh pemanfaatannya berikut.

Toyota Motor Corporation

Toyota merupakan perusahaan yang pertama kali menerapkan sistem Just In Time. Perusahaan ini menjamin proses produksi yang efisien melalui penghilangan pemborosan, inkonsistensi, dan persyaratan yang tidak masuk akal pada lini produksi (dalam bahasa Jepang disebut sebagai muda, mura, muri).

Tahapan-tahapan yang dilalui dalam proses produksinya dapat ditunjukan sebagai berikut:

– Ketika penerimaan produk terlaksana, bagian produksi langsung menginstruksikan pembuatan produk dengan segera.

– Menyedikaan bahan-bahan siap rakit dengan angka yang pas atau sesuai yang kebutuhan.

– Mengganti suku cadang bekas dengan suku cadang baru (jumlah sama seperti proses produksi sebelumnya)

– Proses produksi dimulai.

Dell

Dell merupakan perusahaan hardware komputer ternama dari Amerika Serikat. Berdasarkan sumber yang ada, Dell adalah salah satu pionir yang menggunakan sistem Just In Time di kalangan perusahaan Amerika Serikat. Pada awalnya, Dell lebih fokus terhadap pemasaran korporasi. Namun seiring berjalannya waktu, Dell mulai mengembangkan inovasi layanan Buy Direct.

Fitur Buy Direct lah yang memulai metode Just In Time di perusahaan komputer ini. Bahkan lebih hebatnya, Dell mampu mampu memprediksi jumlah permintaan produknya melalui metode ini. Sehingga penyedia suku cadang komputer dapat mempersiapkan diri sebelum mengirimkan bahan.

Harley-Davidson

Perusahaan produsen motor yang sangat terkenal ini juga menggunakan metode Just In Time dalam produksinya. Dua ciri yang terlihat dari proses produksinya adalah menggunakan 3D printers dan sistem real-time pada setiap produk melalui barcode. Dua aktivitas ini menunjukkan sebagian kecil dari pemanfaatan Just In Time dalam tahapan produksi di Harley-Davidson.

Kesimpulan

Sering kita dengar ungkapan ‘mengeluarkan modal Sekecil-kecilnya untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya’. Ungkapan ini lah yang menunjukkan efisiensi merupakan hal penting dalam dunia bisnis. Just In Time membantu untuk mencapai efisiensi tersebut.

Meskipun ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi, Just In Time tetap dapat menjadi pilihan metode produksi. Selama perusahaan merencanakannya dengan tepat dan memiliki rencana cadangan, tantangan tersebut dapat teratasi.

Terbukti banyak perusahaan yang mengadaptasi metode ini, dan hasilnya pun juga tidak kecil. Hal ini menunjukkan betapa bermanfaatnya Just In Time apabila perusahaan melakukannya dengan baik serta sesuai dengan jenis usaha.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.