KPUD Persoalkan Anggaran Satu Miliar ke Kesbangpol

Diposting pada

KEDUNGWARINGIN -Komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bekasi, Zaki Hilmi mempersoalkan alokasi anggaran satu miliar dari Pemkab Bekasi ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

Zaki Hilmi

Di sisi lain, menurut Zaki, pihaknya sudah mengajukan permohonan anggaran sebesar Rp1,5 miliar sejak Oktober 2012, namun sampai sekarang belum disetujui oleh Pemkab. Padahal, jumlah pemilih semakin meningkat. Dalam catatan KPUD, jumlah pemilih meningkat sebanyak 200.000 pemilih.

“Seharusnya dana itu dialokasikan ke KPUD yang memiliki tupoksi sebagai penyelenggara Pemilu, bukannya diberikan ke Kesbangpol Pemda,” katanya, Jumat (31/01) dilansir dari gobekasi.com.

Ia juga mengeluhkan alokasi anggaran ke Kesbangpol karena minimnya anggaran yang ada. Seharusnya KPUD sebagai penyelanggara Pemilu menjadi pihak yang diprioritaskan untuk diberikan anggaran.

“Minimnya anggaran ini sudah disikapi oleh Bupati yang katanya siap membantu menyukseskan kerja KPUD dalam penyelenggaraan Pemilu,” ungkapnya.

Apalagi, menurutnya, terdapat 3000 kotak suara yang terbuat dari aluminium kondisinya tidak layak pakai tersimpan di gudang logistik KPUD.  Pihaknya sedang menunggu intruksi apakah kotak suara itu akan dimusnahkan atau dilelang untuk dimasukan ke kas negara.

“Ada kotak suara stainless steel yang masih bagus kondisinya untuk antisipasi jika nanti ada kekurangan kotak suara. Kotak suara yang rusak masih menunggu intruksi apakah akan dilelang atau dimusnahkan. Kita tinggal layangkan surat untuk menanyakan mau diapakan kotak-kotak suara itu,” jelasnya. (*) (Red)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.