Ini Keuntungan dan Kerugian Makan Jengkol

Diposting pada

Selain petai, makanan lain yang rasanya lezat namun menimbulkan bau mulut menyengat adalah jengkol. Jengkol termasuk sayuran yang punya cukup banyak penggemar. Nutrisinya juga banyak sehingga menjadikannya salah satu makanan sehat selama tidak dikonsumsi berlebihan. Hanya saja sebagian orang juga menghindarinya lantaran bau tidak sedap setelah memakannya baik dari bau mulut hingga bau kentut.

Dalam konsumsi yang wajar, jengkol menyuplai beragam nutrisi bagi tubuh. Makan jengkol setidaknya dapat memberikan kegunaan seperti berikut:

  1. Mengatasi kesulitan buang air besar. Sembelit dapat dicegah dan diatasi dengan jengol. Kandungan serat jengkol termasuk tinggi sehingga lebih melancarkan pencernaan. Jengkol juga diketahui sebagai makanan yang dapat menangkal radikal bebas di perut. Efeknya, risiko kanker usu besar dapat dicegah kehadirannya.
  2. Mengatasi anemia. Jengkol diketahui memiliki nutrisi zat bersi yang tinggi. Dalam 100 gram jengkol didapati zat besi sebesar kurang lebih 4,7 miligram. Zat besi membantu proses pembentukan sel darah berah yang diperlukan penderita anemia. Di samping itu, zat besi ikut membantu menyetabilkan gula darah dengan meningkatkan kemampuan insulin dalam mempercepat metabolisme glukosa menjadi energi. Dengan demikian, jengkol dapat berperan mengah diabetes.
  3. Menyehatkan jantung. Nutrisi dari jengkol yang berguna untu menyehatkan jantung adalah kalium dan berbagai mineral lainnya. Mineral ini ikut mencegah terjadinya penumpukan plak di dalam arteri atau pembuluh darah. Jika plak ini dibiarkan tanpa adanya pencegahan, dikhawatirkan menjadi faktor risiko terjadinya serangan jantung koroner hingga stroke. Selain itu, ada zat lain dalam jengkol yang berguna mencegah kekakuan pembuluh darah.
  4. Jengkol tinggi kalsium. Pada ibu hamil, mengonsumsi jengkol mungkin cukup bermanfaat. Kandungan kalsiumnya sangat tinggi sehingga membantu mempertahakan kepadatan tulang. Sementara pada ibu hamil, pembentukan tulang pada janin mengambil cadangan kalsium milik ibunya. Dengan demikian, ibu hamil perlu terus untuk mendapatkan pasokan kalsium. Kekurangan kalsium pada ibu hamil dapat menyebabkan pengeroposan tulang. Makan jengkol menjadi salah satu cara memenuhi asupan mineral tersebut.

Lepas dari masalah manfaat makan jengkol, ada hal lain yang perlu diwaspadai yaitu jangan terlalu berlebihan mengonsumsinya. Dalam jengkol terdapat senyawa yang dinamakan asam jengkolat. Jika seseorang makan jengkol dan tubuhnya sensitive dengan asam jengkolat, dikhawatirkan mengalami efek samping yang mengganggu. Asam jengkolat menimbulkan sensasi nyeri pada pinggang dan berlanjut dengan rasa melilit di perut. Jengkolan adalah sebutan untuk keluarnya efek samping tersebut akibat makan jengkol.

Efek lain dari mengonsumsi jengkol adalah kadang ditemukan ada orang yang kesulita untuk buang air kecil. Kadang volume air seni hanya keluar sedikit demi sedikit. Jika pengaruh asam jengkolat cukup kuat dikhawatir lebih kesusahan untuk buang air kecil

Senyawa asam jengkolat sendiri merupakan salah satu bentuk asam amino yang tidak gampang dicerna. Konsumsi jengkol yang dilakukan terus menerus tanpa upaya pencegahan bisa juga membentuk batu ginjal atau batu saluran kencing. Selain itu jangan makan jengkol yang disajikan bersama minuman berbahan jeruk karena akan mempercepat pembentukan asam jengkolat. Usai makan jengkol imbangi dengan minum air putih yang banyak.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.