Alasan Melamar Posisi Operator Produksi

Posted on

Operator produksi adalah salah satu pekerjaan yang tepat jika Anda merupakan seorang lulusan dari jurusan teknik. Jurusan yang utama untuk bisa menjadi seorang operator produksi adalah rumpun teknik, mulai dari mesin, elektro, kimia, dan industri. Pekerjaan satu ini cukup menjanjikan untuk Anda, terlebih sekarang sektor produksi  Indonesia sudah semakin berkembang.

Jika Anda tertarik dengan pekerjaan operator produksi, artikel ini mengandung informasi penting mengenai posisi tersebut. Artikel ini akan membahas tentang posisi operator produksi secara lengkap. Tersedia juga alasan-alasan yang bisa Anda pertimbangkan untuk melamar pada posisi ini dan menjawab pertanyaan mengapa anda tertarik melamar pekerjaan sebagai operator produksi, saat wawancara. Oleh karena itu, pastikan untuk menyimak semua informasi yang ada pada artikel ini.

Pengertian Operator Produksi

Secara umum, operator produksi terdiri dari dua kata yang memiliki makna berbeda. Adapun pengertian operator adalah seseorang yang memiliki tugas untuk menjalankan atau menjaga suatu peralatan. Dalam hal ini, operator bisa berarti sebagai orang yang bertugas untuk mengawasi kegiatan produksi. Biasanya, operator bekerja pada sebuah pabrik yang memiliki banyak mesin.

Selanjutnya adalah kata produksi. Secara umum, kata produksi mengacu pada sebuah kegiatan yang bertujuan untuk menghasilkan barang atau jasa. Kegiatan produksi bisa Anda lakukan dengan berbagai cara, mulai dari manual hingga menggunakan mesin. Seiring dengan berkembangnya zaman, kegiatan produksi kini sudah banyak Anda lakukan secara modern menggunakan mesin-mesin canggih.

Setelah membahas dua kata yakni operator dan produksi, selanjutnya adalah mengenai pekerjaan tersebut secara umum. Operator produksi adalah jenis pekerjaan yang turun langsung ke lapangan. Seseorang dengan pekerjaan ini memiliki berbagai macam tugas yang pastinya tidak jauh dari mesin. Oleh karena itu, perlu pengetahuan dan pengalaman khusus untuk bekerja pada bidang ini.

Tugas-Tugas Seorang Operator dalam Bidang Produksi

Seperti yang Anda ketahui, pekerjaan pada bidang produksi memiliki cakupan tugas cukup luas. Oleh karena itu, tak heran jika kebanyakan pekerja bidang produksi yang turun langsung ke lapangan merupakan laki-laki. Sebab, untuk menjalankan tugasnya, perlu tenaga yang cukup besar. Berikut adalah beberapa tugas yang harus seorang operator produksi lakukan saat bekerja.

1. Mengikuti Tahap Briefing

Saat tahap briefing berlangsung, operator produksi harus selalu mengikutinya. Sebab, posisi ini memegang peranan yang sangat penting saat proses produksi berlangsung. Dengan mengikuti briefing, maka seorang operator dalam kegiatan produksi bisa mengerti apa saja yang harus ia handle. Terlebih, tugas yang ia emban sangat penting dalam keberhasilan suatu kegiatan produksi.

2. Mengoperasikan Mesin

Selanjutnya, tugas lain dari seorang operator dalam produksi adalah mengoperasikan mesin. Biasanya, setiap operator sudah memiliki bagiannya masing-masing. Dalam hal ini, operator bertugas untuk memeriksa kinerja mesin yang akan mereka gunakan untuk produksi. Jika ada kerusakan, operator harus langsung mencatatnya secara rinci dan melaporkannya agar mesin tersebut segera mendapat perbaikan.

3. Memulai Proses Produksi

Jika mesin sudah siap untuk operator gunakan, selanjutnya adalah memulai proses produksi. Namun, sebelum itu, operator harus menyiapkan bahan-bahan dan peralatan yang mereka butuhkan terlebih dahulu. Dalam hal ini, operator juga harus mencatat bahan dan peralatan yang menjadi acuan untuk membuat laporan produksi nantinya. Perlu Anda ingat, catatan ini harus tertulis secara rinci.

Karena setiap operator memiliki bagiannya masing-masing, maka proses produksi juga harus berlangsung sesuai dengan hal tersebut. Hal ini bertujuan agar barang yang mereka produksi nantinya memiliki kualitas baik dan maksimal. Selain itu, tujuannya juga agar setiap operator bisa fokus dengan tugasnya masing-masing tanpa memikirkan bagian yang orang lain miliki.

4. Memeriksa Hasil Produksi

Setelah proses produksi selesai, selanjutnya adalah memeriksa hasilnya. Dalam hal ini, perlu ketelitian lebih untuk memeriksa kualitas pada barang yang sudah mereka produksi. Seorang operator harus memastikan bahwa barang tersebut sudah memenuhi standar kualitas yang perusahaan butuhkan. Jika ada barang yang kualitasnya kurang, operator bertugas untuk memisahkannya agar tidak tercampur.

Setelah kualitas pada barang dipastikan bagus, selanjutnya adalah mencatat jumlah keseluruhannya. Pertama, operator harus mencatat jumlah keseluruhan hasil produksi yang kualitasnya bagus. Setelah itu, operator juga harus mencatat jumlah barang yang kualitasnya dinilai kurang. Terakhir, operator dapat menjumlahkan keduanya untuk mendapatkan jumlah semua barang yang diproduksi.

Setelah mengetahui jumlah hasil produksi, operator harus memastikan bahwa targetnya sudah terpenuhi. Biasanya, setiap perusahaan memiliki target produksi yang harus dipenuhi oleh setiap operatornya. Jika hasilnya ternyata kurang dari target, maka operator harus kembali memproduksi barang. Sebab, hasil produksi harus sesuai dengan target dan standar operasional perusahaan (SOP).

5. Membuat Laporan

Tahap selanjutnya yang harus dilakukan seorang operator setelah rangkaian proses produksi adalah membuat laporan. Sebelum itu, operator harus mengolah data berdasarkan apa yang sudah dicatatnya terlebih dahulu. Pengolahan data ini harus dilakukan secara jelas dan sesuai dengan SOP dari perusahaan. Data-data yang diolah juga harus valid dan bukan merupakan rekayasa atau palsu.

Setelah datanya diolah, selanjutnya operator harus menuangkannya ke dalam sebuah laporan. Struktur laporan biasanya sudah diberikan oleh pihak perusahaan, sehingga operator hanya tinggal mengisinya saja. Laporan ini harus dirancang secara rinci dan sesuai fakta. Biasanya, laporan harus dibuat secara harian atau mingguan, sesuai dengan peraturan yang diberikan oleh perusahaan.

Setelah laporan sudah rampung, operator harus menyerahkannya ke atasan atau orang yang ditunjuk untuk mengelolanya. Sebelum itu, operator harus memastikan bahwa laporan yang sudah benar dan sesuai dengan strukturnya. Dengan demikian, pengelola bisa lebih mudah mengolah laporan yang diserahkan kepadanya untuk kemudian diberikan ke perusahaan.

Penghasilan Seorang Operator dalam Produksi

Seperti yang Anda ketahui, pekerjaan di bidang produksi memiliki banyak peminat. Salah satu penyebabnya adalah karena penghasilannya cukup menjanjikan. Terlebih, jika Anda memegang posisi yang tinggi, maka penghasilannya pun juga besar. Biasanya, besaran penghasilan selalu disesuaikan dan didasarkan dengan bidang serta standar dari perusahaan itu sendiri.

1. Penghasilan Operator Alat Berat

Kisaran penghasilan operator produksi pada setiap perusahaan tentunya berbeda sesuai dengan tingkat kesulitan pekerjaannya. Untuk operator alat berat, penghasilan yang mereka dapatkan per bulannya cukup besar, yakni berkisar antara Rp5 hingga Rp15 jutaan. Besar penghasilan tersebut tentunya sepadan dengan apa yang dikerjakan dan waktu bekerjanya per hari.

2. Penghasilan Operator Forklift

Selain alat berat, peralatan yang juga sering digunakan saat produksi adalah forklift. Orang yang bertugas untuk mengoperasikan forklift harus memiliki pengalaman dan pengetahuan khusus agar tetap aman. Oleh karena itu, penghasilan operator forklift juga besar, biasanya berada di kisaran Rp5 sampai Rp7,5 jutaan. Perlu diketahui, penghasilan dapat berbeda di setiap perusahaan.

3. Penghasilan Operator Excavator

Sama seperti forklift, excavator juga tidak bisa dioperasikan oleh sembarang orang. Biasanya, jenis alat ini digunakan untuk mengeruk tanah atau lainnya di wilayah pertambangan. Oleh karena itu, penghasilan operator excavator tentunya cukup besar karena harus siap untuk mengoperasikan alat di segala medan. Kisaran penghasilan operator excavator biasanya adalah Rp7 hingga Rp10 jutaan.

Kisaran penghasilan yang disebutkan di atas tidak selalu berlaku sama di setiap perusahaan. Sebab, setiap perusahaan memiliki kebijakannya masing-masing. Perlu diketahui, kisaran penghasilan tersebut biasanya belum termasuk bonus dan tunjangan yang diberikan perusahaan. Biasanya, perusahaan akan memberi bonus serta tunjangan jika hasil pekerjaan Anda bagus dan memuaskan.

Alasan Kenapa Harus Melamar Sebagai Operator di Bidang Produksi

Sesuai dengan judul, maka selanjutnya adalah pembahasan mengenai kenapa Anda harus melamar sebagai operator pada bidang produksi. Berikut adalah beberapa alasan yang bisa Anda jadikan sebagai acuan jika ingin melamar di posisi tersebut. Maka dari itu, simak penjelasan berikut dengan saksama agar Anda memiliki gambaran mengenai pekerjaan sebagai operator pada bidang produksi.

1. Lowongan Kerja Cukup Banyak

Pada zaman modern seperti sekarang ini, kegiatan ekonomi seperti produksi sudah semakin meningkat. Oleh karena itu, pastinya perlu tenaga kerja yang banyak pada setiap perusahaan. Khususnya, untuk lowongan operator dalam bidang produksi kini juga sangat penting. Dengan demikian, kesempatan kerja bagi Anda yang ingin menjadi operator cukup besar.

2. Memiliki Pengalaman

Setiap perusahaan pastinya membutuhkan tenaga kerja yang berpengalaman, terlebih untuk posisi sebagai operator. Oleh karena itu, posisi ini sangat cocok untuk Anda yang sudah memiliki pengalaman pada bidang teknik atau seputar mesin. Dengan demikian, peluang Anda untuk bisa ada pada posisi operator produksi menjadi lebih besar dan menjanjikan.

3. Penghasilan Menjanjikan

Alasan lain kenapa Anda harus melamar pada posisi ini adalah karena penghasilannya menjanjikan. Kebanyakan perusahaan produksi biasanya merupakan sektor swasta, sehingga kisaran penghasilannya cukup besar. Terlebih, jika Anda ada pada posisi yang cukup tinggi. Penghasilan yang Anda dapatkan kemungkinan besar akan lebih dari UMR.

Alasan Saat Melakukan Interview Pekerjaan

Bagi Anda yang ingin melamar pada posisi operator produksi, pastinya akan melalui beberapa tahap, salah satunya adalah interview. Biasanya, ada banyak pertanyaan yang akan HRD ajukan saat sedang interview. Berikut ini adalah beberapa alasan yang bisa Anda gunakan untuk menjawabnya. Namun, pastikan bahwa poin-poin berikut ini sesuai dengan kemampuan yang Anda miliki.

1. Memiliki Pengetahuan Tentang Mesin dan Alat Produksi

Salah satu alasan yang bisa Anda gunakan untuk menjawab pertanyaan saat interview adalah memiliki pengetahuan tentang mesin dan alat produksi. Jika merupakan lulusan pada bidang teknik, Anda juga bisa menyebutkannya. Hal ini bertujuan agar HRD bisa membuka peluang yang lebih besar untuk Anda. Sebab, lulusan pada bidang teknik sangat berpotensi untuk bisa menjadi operator produksi.

2. Pernah Bekerja pada Bidang yang Sama Sebelumnya

Selanjutnya, Anda juga bisa menyebutkan pengalaman bekerja sebelumnya. Terlebih, jika Anda pernah bekerja pada bidang yang sama seperti produksi atau mesin sebelumnya. Hal ini tentunya bisa menjadi nilai tambah bagi Anda. Sebab, perekrutan operator produksi sangat penting untuk orang-orang yang sudah memiliki pengalaman bekerja pada bidang tersebut sebelumnya.

3. Mempunyai Keterampilan dan Bisa  Anda Andalkan

Selain dua alasan tersebut, Anda bisa mulai menjelaskan tentang kelebihan dari Anda sendiri. Salah satunya adalah mempunyai keterampilan dan bisa Anda andalkan untuk mengerjakan tugas apapun. Anda juga bisa menyebutkan kemampuan untuk bekerja under pressure. Sebab, pekerjaan pada bidang produksi biasanya cukup berat dan harus selalu mengejar target perusahaan.

Baca Juga: Hukum Bisnis, Penting bagi Perusahaan!

Kesimpulan

Secara keseluruhan, dapat Anda ambil kesimpulan bahwa pekerjaan operator produksi ini cukup menjanjikan untuk Anda. Sebab, ada banyak posisi yang bisa Anda lamar, seperti operator alat berat, forklift, dan excavator. Oleh karena itu, Anda bisa menyesuaikannya dengan kemampuan atau keterampilan yang Anda miliki.

Selain itu, kini perusahaan produksi semakin banyak, mengingat kebutuhan manusia juga terus meningkat. Oleh karena itu, para perusahaan pastinya akan membutuhkan operator untuk mengatur kegiatan produksinya. Bagi Anda yang memiliki keterampilan pada bidang teknik, tidak ada salahnya untuk melamar posisi operator produksi karena peluangnya besar.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.