Serba-Serbi Proyek EPC (Engineering, Procurement and Construction)

Diposting pada

epcPerlu diketahui bahwa ada banyak konsep yang bisa digunakan dalam pengerjaan suatu proyek. Salah satu konsep pengerjaan proyek yang patut diketahui adalah EPC.  Istilah EPC mungkin sudah tidak asing bagi orang-orang yang berkecimpung di bidang teknik. Lantas, apa itu EPC? Mari kita simak serba-serbi proyek EPC di bawah ini!

1. Pengertian EPC

EPC (Engineering, Procurement and Construction) adalah konsep manajemen proyek dengan melimpahkan tanggung jawab kegiatan perancangan (engineering), pengadaan material (procurement), dan pelaksanaan konstruksi (construction) pada satu perusahaan atau kontraktor EPC. Proyek EPC biasanya merupakan proyek skala besar, misalnya pembangunan industri atau pabrik yang membutuhkan dana besar. EPC juga disebut sebagai integrator karena memiliki peran untuk menjembatani atau mengkoordinasi licencor, vendor, shipper, operator, dan bagian lain yang terlibat dalam pembangunan sesuai rencana.

Baca juga: Mengenal Seluk Beluk Pekerjaan Operator Produksi di Ranah Industri

2. Keunggulan Proyek EPC

Proyek EPC menggabungkan kegiatan perancangan, pengadaan dan konstruksi. Dengan demikian pengerjaan proyek terlaksana dalam wakatu yang lebih singkat. Penyelesaian yang cepat juga berdampak pada proyek yang lebih cepat beroperasi, sehingga uang yang diinvestasikan lebih cepat kembali.

Setiap pemilik proyek tentu berharap agar proyek yang dimiliki mengeluarkan biaya seminimal mungkin dengan hasil yang maksimal. Seperti yang diketahui bahwa proyek EPC memastikan penyelesaian proyek dalam waktu lebih singkat, sehingga pengembalian investasi dapat dilakukan dengan cepat dan maksimal. Waktu pelaksanaan yang singkat ini juga menekan biaya overhead proyek.

Bukan rahasia lagi bahwa proyek EPC biasanya merupakan proyek besar yang membutuhkan dana tinggi dalam pengerjaannya. Besarnya dana ini disebabkan oleh tingkat kesulitan dan jumlah kegiatan yang tinggi. Tak heran jika para pemilik proyek selalu memilih kontraktor EPC atau EPC company yang mampu memenuhi standar mutu dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan proyek. Selain waktu dan biaya akan ada spesifikasi tertentu dalam kontrak proyek EPC.

Baca juga: PT Space Technology Indonesia (PT STI) di Cikarang: Profil, Produksi dan Loker

3. Tahapan Proyek EPC

Dalam menjalankan proyek EPC ada beberapa tahapan yang biasa dilakukan. Pertama adalah master plan atau conceptual development & feasibility. Tahapan ini merupakan penentuan konsep besar proyek dan direncanakan oleh pemilik proyek atau owner. Berikutnya adalah tahap front end engineering design atau basic engineering design. Tahap ini merupakan tahap perencanaan dan desain proyek yang biasa dilakukan oleh konsultan atau kontraktor EPC langsung. Beberapa hal yang dihasilkan dalam tahap ini adalah denah rencana, diagram alur proses, hingga spesifikasi bahan yang digunakan sebagai dokumen tender.

Setelah perencanaan, tahap berikutnya adalah tender atau bidding dimana pemilik proyek akan menawari beberapa kontraktor EPC untuk mengikuti tender. Setelah mempelajari dokumen tender, kontraktor akan melakukan bidding dengan mengajukan harga, kemudian owner akan memilih kontraktor yang memenangkan tender. Tahap berikutnya adalah engineering atau perencanaan detail proyek, procurement atau pengadaan material, dan construction atau pelaksanaan konstruksi.

4. Perbedaan Proyek Biasa dengan Proyek EPC

Proyek biasa atau konsruksi tradisional memiliki tingkat kesulitan dan jumlah kegiatan yang lebih rendah dibanding proyek EPC. Hanya ada dua tahapan dalam proyek biasa, yaitu perencanaan dan pelaksanaan. Tahap perencanaan biasanya dipercayakan kepada konsultan perencana. Sementara, tahap pelaksanaan dipercayakan kepada kontraktor yang juga berperan dalaam pengadaan barang (procurement). Kontraktor kadang juga menyerahkan beberapa sub pekerjaan pada sub kontraktor.

Proyek EPC memiliki tingkat kesulitan tinggi dengan jumlah kegiatan yang lebih banyak daripada proyek. Pemilik proyek atau owner akan mempercayakan perancangan, pengadaan barang, serta pelaksanaan konstruksi kepada kontraktor EPC atau EPC company yang dipilih. Karena menggabungkan perancangan (desain), pengadaan barang, dan konstruksi, maka proyek EPC membutuhkan peran multidisiplin. Biasanya proyek ini akan melibatkan beberapa disiplin engineering, seperti civil engineering, mechanical engineering, process engineering, piping engineering, serta electrical & instrumentation engineering.

Demikianlah informasi mengenai proyek EPC yang perlu diketahui. Baik proyek EPC maupun proyek biasa perlu dipertimbangkan secara matang sebelum memilihnya.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.