Mengenal Metode Pencetakan Termoplastik Molding Injection

Diposting pada

teknik molding injection

Molding Injection atau percetakan injeksi adalah metode manufaktur plastik yang populer. Metode ini menghasilkan produk plastik yang variatif, baik secara ukuran, pengaplikasian, dan kerumitannya. Sebelum terjun dalam industri plastik, mari kenali metode molding injection lebih dalam.

Pengertian Molding Injection

Molding injection merupakan metode pembentukan material termoplastik untuk menghasilkan produk plastik. Singkatnya metode ini dilakukan dengan memanaskan material hingga meleleh, kemudian plunger akan menginjeksikannya ke cetakan yang didinginkan oleh air hingga mengeras.

Sebenarnya ada banyak variasi proses dasar molding injection, namun 90% metode ini adalah memproses material termoplastik. Beberapa barang yang diproduksi menggunakan metode ini, antara lain printer, keyboard, mouse, dashboard, helm, roda gigi, sisir, ponsel, dan masih banyak lagi.

Material yang Diolah

Material atau bahan yang dapat diolah menggunakan metode molding injection cukup beragam. Setiap material tentu memiliki parameter masing-masing dalam proses pengolahannya, mulai dari suhu injeksi dan mold, tekanan injeksi, hingga tempo siklus injeksi. Meski ada beragam material yang dapat diolah, biasanya material injection yang digunakan berupa serbuk halus atau granulat.

Beberapa material yang bisa diolah, antara lain:

  • Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS) sering diolah menjadi mainan anak, kotak kontainer, dan komponen kendaraan.
  • Polyvinyl Chloride (PVC) sering diolah menjadi isolasi listrik, pipa medis, sol sepatu, mainan, dan peralatan rumah tangga.
  • Polycarbonate (PC) kerap diaplikasikan sebagai botol, kontainer, perisai, helm proyek, dan komponen kendaraan.
  • Polyester-Thermoplastic (PBT, PET) diaplikasikan sebagai komponen kendaraan, komponen kelistrikan, sakelar, gir, dan bearings.
  • Polyethylene – Low Density (LDPE)  kerap diolah sebagai peralatan dapur, kontainer, dan peralatan medis.
  • Polyethylene – High Density (HDPE)  biasa diolah sebagai material kolam renang, pipa plastik, dan helm proyek.
  • Polypropylene (PP) biasa diolah menjadi pulpen dan kemasan kosmetik.
  • Acrylic (PMMA) biasanya diolah sebagai display stand, rak, nampan, dan kenop lemari.
  • Cellulose Acetate (CA) sering diaplikasikan gagang dan frame kacamata.

Pemilihan material untuk membuat barang disesuaikan dengan karakter yang dimiliki oleh bahan dan dibutuhkan dalam produk yang dihasilkan. Beberapa karakter yang dipertimbangkan adalah kekuatan, fleksibilitas, ketahanan terhadap suhu, warna, resistensi terhadap zat kimia, serta harga.

Tahapan Pencetakan

Dalam pencetakan plastik menggunakan metode molding injection, terdapat beberapa tahapan yang akan dilakukan. Tahapan tersebut, antara lain:

1. Perancangan Produk

Tahap pertama dalam pencetakan plastik menggunakan metode molding injection adalah perancangan produk. Perancangan produk merupakan tahapan penting yang dilakukan untuk menghindari kesalahan produksi. Dalam tahap ini ada beberapa hal yang perlu ditentukan, yaitu fungsi, manufakturabilitas, estetika, dan beberapa aspek lainnya. Tahapan ini biasanya diakhiri dengan uji produksi untuk memastikan tidak adanya malfungsi pada produk yang telah dirancang.

2. Perancangan Mold

Apabila rancangan produk telah lulus uji produksi, maka tahap berikutnya yang dilakukan adalah merancang mold atau wadah cetak untuk digunakan pada proses injeksi plastik. Tahap perancangan mold dilakukan untuk menghindari kecacatan produk. Beberapa bahan yang biasa digunakan sebagai mold, antara lain hardened steel, pre-hardened steel, aluminium, dan kombinasi berilium-tembaga.

3. Manufaktur

Setelah tahapan desain produk dan mold selesai, proses pencetakan atau manufaktur dapat dilakukan. Sederhananya, proses ini dimulai dengan memasukkan material termoplastik berupa granulat ke dalam barel pemanas. Material tersebut dipanaskan hingga meleleh dalam suhu tertentu, kemudian diarahkan melalui pipa menggunakan sekrup berputar menuju wadah cetakan atau mold. Pipa dan sekrup akan tetap tersambung pada mold yang terisi untuk menjaga tekanan di dalamnya dalam durasi tertentu. Setelah selesai dicetak, mold dibuka dengan melepas pipa dan sekrup.

Demikianlah serba-serbi mengenai metode molding injection dalam pencetakan material termoplastik. Metode ini memiliki berbagai keunggulan, sehingga dapat dipertimbangkan dalam memproduksi barang plastik.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.