Inilah Alasan Kenapa Wonder Woman Diboikot di Negara Islam

Diposting pada

wonder woman

Wonder Woman sukses memuncaki box office di berbagai negara dan menyingkirkan film-film saingannya seperti Pirates of Carribean 5, Guardian of the Galaxy and Baywatch. Sampai saat itu, film yang mengangkat superhero wanita ini sudah meraup pendapatan sebesar $587,6 juta, jauh lebih besar daripada biaya produksinya yang sebesar $149 juta. Film ini disebut-sebut sebagai salah satu film DC Comics yang tersukses. Wonder Woman juga berhasil memecahkan anggapan film superhero perempuan tidak punya tempat di Hollywood yang bercermin dari kegagalan Catwoman dan Elektra.

Meskipun film yang mengisahkan asal-usul Wonder Woman ini sukses besar dan mendapatkan banyak pujian, tak semua orang menyambut baik. Di sejumlah negara Islam seperti Lebanon dan Tunisia, Wonder Woman diboikot, bahkan pemerintah Tunisia telah secara resmi melarang penayangannya. Gerakan boikot juga gencar disuarakan di Algeria dan Yordania. Pemeran utama Wonder Woman, Gal Gadot, yang menjadi alasannya.

Tak ada yang meragukan kecantikan Gal Gadot, bahkan kualitas aktingnya yang memukau. Gadot sendiri memerankan hampir semua adegan Wonder Woman tanpa bantuan pemeran pengganti. Dia memang terlatih secara fisik untuk melakukannya. Lantas apa yang menyebabkan ibu dari dua anak ini diboikot, simak alasannya berikut ini:

1. Warga negara Israel

Well, Gal Gadot memang kelahiran Israel. Ia lahir di Petah Tikva, Israel, 32 tahun lalu. Dia besar di kota Rosh HaAyin. Kedua orang tuanya juga lahir di Israel. Kakek dan nenek dari pihak ibunya adalah penyintas yang mampu bertahan dari Holocaust Nazi. Nenek moyangnya berdarah Polandia-Yahudi, Austria-Yahudi, Jerman-Yahudi dan Ceko-Yahudi. Bisa dibilang, dia adalah seorang Yahudi tulen.

2. Seorang tentara Israel

Saat Gadot menginjak usia 20 tahun, dia mengikuti wajib militer selama dua tahun. Dia terdaftar sebagai prajurit Israel Defense Forces, dan ikut melatih pertempuran. Dia mencintai karirnya ini. Menurutnya, saat dia berada di kemiliteran, “kau memberikan dua atau tiga tahun, dan ini bukan tentang kau. Kau mempelajari disiplin dan respek”. Latar belakangnya ini juga yang membantunya mendapatkan peran Gisele di Fast & Furious. Sang sutradara, Justin Lin menyukai latar belakang dan pengetahuannya soal senjata.

3. Seorang zionis

Yang terakhir ini yang paling fatal. Gal Gadot tidak saja seorang Yahudi, tetapi juga seorang zionis yang mendukung pemerintah Israel yang menduduki Palestina. Dalam status Facebooknya tanggal 25 Juli 2014, dia mengungkapkan dukungannya terhadap Israel dalam melawan Hamas.

“Saya mengirimkan cinta dan doa saya kepada sesama warga negara Israel. Terutama untuk semua anak laki-laki dan perempuan yang mempertaruhkan nyawa mereka melindungi negara saya dari tindakan mengerikan yang dilakukan oleh Hamas, yang bersembunyi seperti pengecut di belakang wanita dan anak-anak… Kita akan mengatasinya.Shabbat Shalom! (salam sejahtera untuk kalian semua)”

status facebook gal gadot

Setelah penyerangan Israel terhadap Lebanon pada tahun 2006 silam, Lebanon mengeluarkan aturan yang melarang produk-produk Israel. Saat penyerangan tersebut, Gal Gadot juga masih bertugas sebagai tentara aktif di Israeli Defence Force punya andil langsung dalam invasi terhadap Lebanon.

Meski begitu, Gal Gadot tetap dianggap sebagai pahlawan wanita oleh para feminis di Amerika. Feminis kulit putih tidak mempermasalahkan dukungan Gadot kepada zionis Israel. Bagi mereka, Gal Gadot merepresentasikan kekuatan perempuan.

Bagaimana menurut Anda?

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.