Chris Kyle, Invasi Irak dan Akhir Tragis Kisah Hidupnya

Posted on
chris kyle
STARS EARN STRIPES — Season: 1 — Pictured: Chris Kyle — (Photo by: Chris Haston/NBC/NBCU Photo Bank via Getty Images)

Chris Kyle menjadi terkenal setelah mempublikasikan autobiografinya pada tahun 2012 yang berjudul American Sniper: The Autobiography of the Most Lethal Sniper in U.S. Military History, yang ditulis bersama Scott McEwen dan Jim DeFelice.

Kyle adalah penembak jitu paling mematikan dalam sejarah militer Amerika Serikat. Dengan keterampilannya, dia membunuh 255 orang dalam Perang Irak di mana 160 di antara secara resmi diakui oleh Pentagon.

Bukunya laris manis yang terjual lebih dari 1,2 juta kopi dalam berbagai format (cetak maupun buku elektronik). Penjualan 700 ribu kopi pada 2015 menjadikan bukunya sebagai salah satu buku terlaris pada tahun itu.

Kisah hidupnya juga diangkat ke dalam dalam film berjudul American Sniper (2014) yang sukses besar di pasaran dan mendapatkan lima nominasi Oscar, yang memenangkan kategori Best Sound Editing. Sosok Chrs Kyle diperankan oleh Bradley Cooper.

Dalam bukunya, pembaca diajak menjelajahi cerita seorang Chris Kyle, prajurit angkatan laut yang datang empat kali Irak dari tahun 1999 sampai 2009. Kyle dibesarkan di Odessa, Texas, lalu bergabung dalam pelatihan Angkatan Laut dan mendapatkan pengalaman peran di Irak.

Peran penting Kyle adalah dalam mengontrol kota Ramadi. Para kelompok bersenjata Irak yang menjadi lawan AS menjulukinya sebagai “Setan Ramadi” dan memberi hadiah bagi siapa saja yang mampu membunuh Kyle.

Dia cakap dalam menggunakan senapan otomatis seperti 7.62 NATO Mk 11 sniper rifle, a 5.56 NATO Mk 12 dan .338 Lapua Magnum untuk tembakan jarak jauh. Meski banyak orang Irak mati ditangannya yang dianggap sebagai musuh AS, dia tidak pernah menyesalinya.

Setelah pembunuhan pertamanya, dia pernah mengatakan, “(pembunuhan” lainnya menjadi mudah. Saya tidak perlu menyibukkan diri atau melakukan sesuatu yang istimewa secara mental – saya melihat, mendapatkan target dan membunuh musuh saya, sebelum dia membunuh salah satu dari orang saya.”

Dalam bukunya, dia mengatakan: “Kami membunuh orang-orang jahat dan membawa pemimpinnya ke meja perdamaian. Begitulah cara dunia bekerja.”

Dukungannya terhadap kebijakan invasi AS ke Irak sangat jelas ketika dia mengklaim pernah memukul Jesse Ventura di sebuah bar bernama McP’s, di Coronado, California. Masa itu adalah masa peringatan kematian Michael A. Monsoor, rekannya dari SEAL yang terbunuh di Irak. Kyle tidak senang dengan Ventura yang vokal dalam mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap Perang Irak.

Kejadian ini sebetulnya ditulis oleh Kyle di bukunya, tapi tanpa menyebutkan nama. Kyle menulis insiden saat dia mendekati Ventura dan memintanya memelankan suaranya karena kehadiran keluarga anggota SEAL, namun Ventura meresponnya SEAL “pantas kehilangan beberapa orangnya.” Lalu Kyle mengatakan memukulnya.

Ventura merespon wawancara Kyle dengan mengatakan kejadian itu tidak pernah terjadi. Dia banyak kali berada di McP’s sejak meninggalkan angkatan darat. Dia tidak pernah sendirian berada di sana, selalu ditemani oleh orang lain. Ventura juga menyebut dia selalu menentang perang, tapi dia tidak pernah berkata atau mengharapkan hal-hal yang menyakitkan terjadi pada prajurit. “Hati saya sakit prajurit meninggal atau terluka karena perang ini seharusnya tidak pernah terjadi.”

Akibatnya, Ventura menuntut Chris Kyle di pengadilan pada Januari 2012, lalu memenangkan $500 ribu untuk pencemaran nama baik dan $1,3 juta karena menjadi korban dari orang yang memperkaya diri secara tidak adil.

Setelahnya, Kyle disibukkan dengan yayasan untuk membantu veteran prajurit yang menderita post-traumatic stress disorder (PTSD). Dia menikmati hidupnya bersama sang istri, Taya Kyle dan dua buah hati mereka.

Dia juga diduga melakukan sejumlah rekayasa untuk membumbui cerita hidupnya, seperti pernah menembaki 30 orang penjarah dalam badai Katarina tahun 2005, menembaki dua perampok di pom bensin pada 2009 di Dallas dan jumlah orang yang dibunuhnya dalam perang Irak mencapai 320 orang. Dalam bukunya, dia menulis 255 orang, jumlah ini sering berubah dari waktu ke waktu, sedangkan otoritas resmi mencatat hanya 160 orang.

Meskipun Kyle menggambarkan dirinya tidak memiliki masalah kejiwaan dan malah membantu veteran prajurit yang bermasalah kejiwaan, Kyle jelas sekali memiliki masalah hidup yang berat. Prajurit yang pulang dari medan perang memang kerap mengalami trauma serius.

Pada 2 Februari 2013, Kyle dan temannya, Chad Littlefield (35 tahun) ditembak dan terbunuh oleh temannya sendiri yang bernama Eddie Ray Routh, veteran penderita PTSD, di peternakan Rough Creek, Erath County, Texas.

Kyle dan Littlefield memegang pistol kaliber 45 1911 saat mereka dibunuh. Pengaman senjatanya masih terpasang, saat dia ditembak dengan pistol SIG Sauer 9mm. Senjata-senjata itu adalah milik Kyle.

Ternyata, kibat yang ditimbulkan dari perang Irak, terus mengikutinya hingga akhir hayatnya.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.