Alasan Kenapa Karir Dokter Hewan Itu Menjanjikan

Diposting pada

dokter hewan

Dokter memang menjadi profesi yang diidamkan oleh banyak orang. Karir serta gaji yang menjanjikan membuat profesi ini semakin diincar oleh anak muda. Tak hanya dokter umum dan dokter gigi, dokter hewan juga menjadi profesi dalam lingkup kedokteran yang dinilai menjanjinkan.

Meski tidak sepopuler dokter umum atau dokter gigi, nyatanya keberadaan dokter hewan sangat penting dan dibutuhkan. Berbeda dengan profesi dokter lain yang berpasien manusia, pasien dokter hewan adalah hewan yang tidak bisa menyampaikan keluhan secara langsung seperti manusia. Maka dari itu, dokter hewan dituntut untuk memiliki kemampuan dalam observasi, analisis, meneliti, berpikir kritis, problem solving dan komunikasi dengan klien.

Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan peran dokter hewan membuat profesi ini makin diminati. Bahkan, prospek kerja dokter hewan yang meluas membuat tenaga dokter hewan terus dibutuhkan. Lantas, apa yang menyebabkan profesi ini dinilai menjanjikan? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

1. Memiliki 33 Ranah Kerja

Selama ini ketika mendengar profesi dokter hewan, banyak yang berpikiran bahwa profesi ini hanya berkecimpung mengobati hewan di klinik atau peternakan. Nyatanya, menurut Organisasi Internasional Kesehatan Hewan (OIE), profesi ini memiliki 33 ranah kerja.

Bidang-bidang tersebut, antara lain teknologi pangan, inspeksi pangan, higiene pangan, perlindungan konsumen, laboratorium, legislasi, pembiakan buatan, kebun binatang, hewan laboratorium,  animal welfare, penyakit hewan, medis veteriner, clinical health care, pengendalian penyakit, penyakit eksotik, penyebaran penyakit, karantina, ternak dan produk hewan, hewan akuatik, alam liar, perlindungan lingkungan, nutrisi, parasitologi, dosen, penelitian, livestock marketing, publikasi, ekonomi, impor produksi hewan, organisasi industri peternakan, administrasi, hubungan internasional, dan organisasi profesi.

Beragamnya ranah kerja dokter hewan membuat peluang kerja profesi ini lebih luas. Sehingga, para lulusan pendidikan kedokteran hewan tak perlu khawatir mengenai ketersediaan lapangan kerja nantinya. Apalagi ranah-ranah tersebut merupakan bidang yang penting dan strategis dalam kehidupan.

Baca juga: Sinopsis BATS (1999), Ketika Kelelawar Buas Meneror Kota

2. Banyaknya Penyakit Zoonosis

Pernahkah kamu mendengar istilah zoonosis? Zoonosis adalah penyakit yang yang ditularkan di antara hewan ke anusia ataupun sebaliknya. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 61 persen dari semua penyakit yang terjadi pada manusia merupakan penyakit zoonosis. Dengan kata lain, angka penyakit yang ditularkan oleh hewan ke manusia sangatlah tinggi.

Beberapa contoh penyakit zoonosis yang paling populer, antara lain rabies, flu burung, hingga TBC. Bahkan, perlu diketahui bahwa beberapa pandemi yang pernah dan sedang terjadi di dunia merupakan penyakit zoonosis, misalnya Ebola,  H1N1 (flu babi), SARS, MERS, dan yang terbaru yaitu Covid-19. Lantas apa peran dokter hewan dalam mengatasi zoonosis?

Sebagai pihak yang memiliki wewenang dalam bidang kesehatan hewan, dokter hewan berperan dalam merencanakan dan melaksanakan langkah pencegahan, penanganan, hingga pengendalian penyakit asal hewan. Dalam bidang epidemiologi, dokter hewan bisa melakukan penelusuran penyakit untuk mengetahui sumber dan sejauh apa penyebaran penyakit zoonosis tertentu.

Dilakukan pula penelitian untuk menentukan patogen atau agen penyebab penyakit. Dengan demikian, maka dapat dirumuskan lagkah-langkah pencegahan, penanggulangan, dan pengendalian penyakit zoonosis. Mengingat besarnya dampak penyakit zoonosis jika melanjut menjadi pandemi dan pentingnya peran dokter hewan dalam bidang kesehatan, maka profesi dokter hewan akan terus dicari.

Baca juga: Sinopsis Elephant (2020), Kisah Perjalanan Sekawanan Gajah

3. Meningkatnya Pet Lovers dan Kesadaran Pentingnya Kesehatan Hewan

Padatnya aktivitas manusia sehari-hari membuat angka stres terutama di kota-kota besar semakin tinggi. Sejalan dengan hal ini, banyak orang yang mulai memelihara hewan kesayangan atau pet sebagai penghilang stres dan teman. Meningkatnya pet lovers secara langsung membuat kebutuhan akan dokter hewan klinik semakin meningkat.

Di masa pandemi ini banyak perusahaan dan instansi yang menetapkan work from home untuk meminimalisir interaksi yang tidak terlalu penting. Dengan demikian, interaksi hewan peliharaan dan pemiliknya semakin intens. Semakin dekatnya ikatan batin antara manusia dan peliharaannya membuat kesadaran akan pentingnya kesehatan hewan menjadi meningkat pula. Apalagi banyak masyarakat yang telah memahami bahaya penyakit zoonosis. Sehingga banyak pemilik yang tidak segan membawa peliharaannya ke dokter hewan untuk berobat maupun sekadar cek kesehatan.

4. Digalakkannya Konsep One Health

Saat ini Indonesia tengah menggalakkan konsep Satu Kesehatan atau yang lebih populer dengan One Health. Konsep ini merupakan upaya kolaborasi berbagai disiplin ilmu untuk mewujudkan kesehatan yang lebih baik bagi manusia, hewan, dan lingkungan. Gerakan global ini sering dikenal sebagai kolaborasi antara dokter dan dokter hewan dalam mengatasi masalah kesehatan terutama zoonosis. Namun, sebenarnya gerakan ini mengupayakan kolaborsi multidisipliner dan multisektor untuk penanganan masalah kesehatan yang lebih terintregasi.

Gencarnya promosi konsep One Health ini seolah menyiratkan bahwa dokter hewan memiliki andil besar dalam merealisasikan optimalisasi kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Sehingga, akan ada banyak dokter hewan yang dibutuhkan untuk mewujudkan tujuan mulia tersebut.

Dari informasi di atas dapat disimpulkan bahwa ada banyak ranah yang bisa dipilih sebagai jalan dalam merintis karir profesi dokter hewan. Tentu setiap ranah yang dipilih memiliki tantangan yang berbeda-beda. Namun sejatinya, ranah apapun yang dipilih sama-sama memiliki tujuan mulia mengoptimalkan kesehatan manusia dan hewan. Setiap pilihan karir juga menawarkan gaji beragam dengan besaran yang menggiurkan. Tentu besaran gaji dipengaruhi oleh ranah yang dipilih, beban kerja, skill, dan pengalaman.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.